Data Analyst vs Data Scientist: Perbedaan, Skill, dan Prospek Kariernya

Dunia data menawarkan banyak jalur karier menarik saat ini. Dua profesi yang paling sering bikin bingung adalah data analyst dan data scientist. Sekilas, keduanya terlihat mirip karena sama-sama berurusan dengan data.

Padahal, data analyst vs data scientist punya fokus kerja yang cukup berbeda. Data analyst lebih menekankan analisis data yang sudah ada. Sementara itu, data scientist lebih fokus membangun model prediksi dari data mentah.

Nah, biar kamu tidak salah pilih jalur karier, yuk kenali dulu perbedaannya. Setelah itu, kamu bisa tentukan mana yang paling cocok dengan minatmu.

Apa Itu Data Analyst?

Data analyst adalah orang yang mengolah data untuk menjawab pertanyaan bisnis. Tugasnya meliputi mengumpulkan, membersihkan, dan menganalisis data historis. Hasil analisisnya biasanya berupa laporan atau dashboard untuk pengambilan keputusan.

Data analyst lebih banyak bekerja dengan data yang sudah terkumpul rapi. Mereka fokus menjawab pertanyaan seperti “apa yang terjadi” dan “kenapa itu terjadi”. Skill komunikasi jadi penting karena tim lain harus gampang memahami hasil analisisnya.

Passion untuk profesi ini cocok buat kamu yang suka pola dan detail angka. Kamu juga perlu senang menjelaskan temuan lewat visualisasi sederhana.

Apa Itu Data Scientist?

Data scientist adalah orang yang membangun model dan algoritma dari data. Mereka biasanya menjawab pertanyaan seperti “apa yang akan terjadi ke depan”. Contohnya memprediksi penjualan, mendeteksi penipuan, atau merekomendasikan produk.

Data scientist butuh pemahaman lebih dalam soal machine learning dan statistik lanjutan. Mereka juga sering menangani data mentah yang belum rapi sama sekali. Proses kerja mereka biasanya lebih eksperimental ketimbang data analyst.

Passion ini cocok buat kamu yang suka riset mendalam dan eksperimen model. Ketertarikan pada matematika dan pemrograman jadi modal penting di sini.

Perbedaan dari Segi Tugas Sehari-hari

Data analyst biasanya menghabiskan waktu membuat laporan dan dashboard rutin. Mereka juga sering berdiskusi langsung dengan tim non-teknis. Fokus utamanya adalah insight yang langsung berguna untuk keputusan harian.

Data scientist punya ritme kerja yang berbeda. Mereka lebih banyak bereksperimen dengan model dan algoritma. Selain itu, mereka juga sering menguji berbagai pendekatan sebelum menemukan model yang paling akurat.

Singkatnya, data analyst menjawab kondisi saat ini. Data scientist mencoba memprediksi kondisi di masa depan.

Perbedaan dari Segi Skill yang Perlu Kamu Kuasai

Data analyst butuh skill Excel, SQL, dan tools visualisasi seperti Tableau atau Power BI. Pemahaman statistik dasar juga jadi bekal penting. Kemampuan komunikasi data ke tim non-teknis pun sama pentingnya.

Data scientist butuh skill pemrograman yang lebih kuat, seperti Python atau R. Mereka juga perlu paham machine learning, statistik lanjutan, dan pengolahan big data. Latar belakang matematika biasanya jadi nilai tambah besar.

Meski begitu, kedua profesi ini sama-sama butuh rasa ingin tahu tinggi terhadap data. Bedanya, data analyst fokus menggali makna dari data yang ada. Data scientist fokus membangun sistem yang bisa belajar dari data.

Perbedaan dari Segi Prospek Karier

Peluang karier data analyst cukup luas untuk pemula yang baru masuk dunia data. Hampir semua perusahaan butuh orang yang bisa mengolah data harian mereka. Posisi ini juga sering jadi pintu masuk sebelum naik ke level lebih tinggi.

Data scientist punya prospek karier yang lebih spesifik dan biasanya berjenjang lebih tinggi. Perusahaan teknologi besar sering membuka posisi ini dengan gaji kompetitif. Namun, persaingannya juga lebih ketat karena skillnya jauh lebih kompleks.

Keduanya sama-sama punya masa depan cerah. Tinggal sesuaikan dengan latar belakang dan minatmu saat ini.

Bisa, Kok, Jadi Data Scientist Lewat Jalur Data Analyst

Kamu tidak harus langsung jadi data scientist sejak awal karier. Banyak data scientist justru memulai kariernya sebagai data analyst. Dari sana, mereka memperdalam skill pemrograman dan machine learning secara bertahap.

Jalur ini justru lebih ramah untuk pemula tanpa latar belakang matematika kuat. Kamu bisa membangun fondasi analisis dulu, baru naik ke level yang lebih teknis. Cara ini juga membantumu memahami konteks bisnis sebelum masuk ke model yang kompleks.

Cara Memilih Sesuai Minat dan Latar Belakangmu

Setelah paham data analyst vs data scientist, langkah selanjutnya adalah menentukan pilihan. Coba pertimbangkan beberapa hal berikut sebelum memutuskan:

  • Kenali minat utamamu. Kamu lebih suka menjelaskan data yang sudah ada, atau membangun model baru?
  • Perhatikan latar belakangmu. Kamu nyaman dengan matematika dan pemrograman, atau lebih ke komunikasi dan visualisasi?
  • Coba dulu sebelum memutuskan. Latihan analisis data sederhana dulu, lalu coba juga latihan machine learning dasar.
  • Lihat peluang jangka panjang. Pikirkan jalur karier mana yang sesuai dengan rencana masa depanmu.
  • Ikuti pelatihan yang relevan. Pelatihan bersertifikat membantumu memahami dasar sekaligus praktik langsung.

Ingin Belajar Lebih Serius? Coba SkillNation

Kalau kamu sudah mulai condong ke salah satu jalur, langkah selanjutnya adalah belajar secara serius. SkillNation menyediakan pelatihan bersertifikat untuk data analyst, lengkap dengan materi yang relevan untuk fondasi data scientist ke depannya. Kamu belajar dari dasar sampai praktik langsung. Mentor yang aktif di industri data pun ikut mendampingimu.

Selain itu, materinya juga cukup lengkap. Kamu belajar Excel, SQL, visualisasi data, sampai dasar statistik. Semua materi ini langsung kamu praktikkan lewat studi kasus nyata.

Setiap program membekali peserta dengan portofolio siap pakai. Jadi, kamu tidak hanya paham teori, tapi juga siap terjun langsung ke dunia kerja.

Tentu saja, SkillNation bukan satu-satunya tempat belajar. Yang terpenting, pilih pelatihan dengan kurikulum jelas dan porsi praktik yang cukup, apa pun jalur yang kamu ambil.

Saatnya Tentukan Jalur Kariermu

Pada akhirnya, data analyst vs data scientist bukan soal mana yang lebih baik. Keduanya sama-sama penting dalam ekosistem data sebuah perusahaan. Data analyst menjawab apa yang sedang terjadi. Data scientist memprediksi apa yang akan terjadi.

Tidak ada pilihan yang salah di antara keduanya. Yang penting, pilih jalur yang sesuai dengan minat dan latar belakangmu saat ini. Dengan begitu, proses belajarmu terasa lebih menyenangkan. Kariermu pun ikut berkembang lebih maksimal.

Baca Juga https://skillnation.id/seo-dasar-untuk-pemula/

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top